Minggu, 08 Februari 2015

Falsafah hidup katolik: belajar dari makanan

Rahmat Tuhan kita Yesus kristus,cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus,besertamu! 
Salam sejahtera!, kembali lagi dalam blog renungan injil neo. pada kesempatan ini,saya akan sharing mengenai pengalaman hidup saya,khusunya pada saat makan. 
  
   Belajar dari makanan,itulah judul falsafah ini. Seperti Tuhan pernah menegaskan kalau iman itu bisa bermacam macam ukurannya. Dari yang sebesar biji sesawi hingga yang sebesar pohon sesawai sehingga burungpun bisa membuat sarang di atasnya,artinya iman itu bisa tumbuh dan berguna bagi orang disekitar kita. 
  Makanan yang akan saya jadikan sebuah falsafah adalah pisang panggang keju. Kalau anda bertanya, lho,kok pisang panggang keju? saya menjawab, ya, karena pisang itu melambangkan orang dan keju itu melambangkan iman. Jikalau piring atau wadah yang kita ibaratkan sebagai orang lain itu kita goyang kekanan dan kiri,atas dan bawah maka keju itu dan pisanggnya juga akan ikut bergerak. Malahan keju tersebut akan berhamburan kemana-mana. 
   Saudara-saudara yang dikasihi dan mengasihi Tuhan,janganlah kita ikuti si pisang panggang keju tersebut. Iman yang baik adalah iman yang teguh,dan sekalipun digoncangkan kesana-kemari akan tetap setia pada Tuhan. Jangan lah pernah meninggalkan yang namanya itu panggilan Tuhan. Kita diutus untuk membawa damai bagi dunia,dan melayani sesama,dan Tuhan sendiri. Jikalu kedua ajaran itu mau kita laksanakan,maka dasar iman kita harus teguh pula. 
   Maka cara untuk membuat iman tersebut kuat dan teguh,tambahkanlah susu kental manis pada sang pisang keju tersebut sebelum ditaburi keju. Susu kita ibaratkan sebagai rasa penyerahan diri sepenuhnya pada Tuhan. Jikalau kita sudah memiliki rasa pasrah itu,maka kita akan bisa untuk menjaga keteguhan iman kita akan Yesus Kristus.
  Ingat,jangan pernah kawatir pada ketenteraman hidup jikalau kita mau menjalankan firmannya. Tuhan sendiri bersabda bahwa barang siapa yang kehilangan nyawanya demi injil akan memperoleh keselamatan. Juga jangan ragu untuk menjawab panggilan Tuhan pada kita,dengan beralaskan iman pasti kita bisa menjalankan panggilan tersebut sesuai kehendak Tuhan. 
  Sekian sharing dan sedikit renungan dari sya, sampai jumpa pada postingan berikutnya. Tuhan memberkati!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar