Minggu, 08 Februari 2015

Berbahagialah yang tidak melihat namun percaya

Kasih karunia ,dan damai sejahtera dari Allah bapa dan dari puteranya Yesus Kristus,besertamu! Perkenalkan nama saya Medaneo wahyu putra wibowo,murid kelas 7 SMPN 98 Jakarta. Pada kesempatan ini saya akan memposting tentang sebuah pelajaran yang bisa kita petik sebagai murid Kristus,dari seorang murid Yesus yaitu Thomas. Bacaan ini diambil dari Yohanes 20:24-29.
Saya akan mengawali renungan ini dari sebuah kisah. Di sebuah desa terdapat seorang kaya raya,namun sayangnya orang kaya ini tidak percaya pada Tuhan. Suatu hari di saat orang kaya ini bosan, ia berjalan jalan sendirian. Dia berjalan hingga malam pun tiba. Dia tidak bisa melihat,lalu tanpq ia sadar ia sudah masuk ke hutan. Di tengah kegelapan itu dia berusaha mencari cari jalan untuk pulang. Tiba tiba kakinya terperosok dan dia pun jatuh kedalam jurang yang sangat dalam. Dia berusaha mencari-cari pegangan untuk ia bertahan. Akhirnya ia mendapatkan sebuah akar sebagai pengangannya.Setelah ia lama berpegangan ia pun merasa lelah. Karena ia sering meliiahat teman temannya berdoa,ia pun mulai mengikuti teman temannya itu. Ia pun berseru pada Tuhan" Tuhan,selamatkanlah aku,jika kau selamatkan aku,aku akan menjadi pengikutmu yang setia". Tuhan pun menjawabnya" Baiklah,lepaskanlah peganganmu!" Orang kaya itu menjawab"Tuhan,apa kau gila? kalau aku melepaskannya,aku justru tidak akan selamat" Tuhan pun diam. Sampai pagi ia bergelantungan. Tangannya pegal,keram dan sakit. Saat pagi tiba, dia pun melihat kebawah,ternyata kakinya hanya tinggal 1/2 meter dari tanah.

     Saudara-saudara yang dikasihi dan mengasihi Tuhan, dari cerita diatas kita bisa tahu,betapa "nyesek" orang kaya diatas tadi. Sama seperti Thomas dalam bacaan ini. Betapa malunya dia,karena tidak percaya pada kehadiran Tuhan. Apalagi sampai dilihat langsung oleh Tuhan,sampai Tuhan sendiri menunjukan dirinya pada Thomas.
     Saudara-saudara yang dikasihi dan mengasihi Tuhan,bagi Thomas mungkin perkataan teman temannya,tidak logis. Sama seperti orang kaya tadi. Namun,apa yang menurut kia "gila" mungkin berbeda dengan pemikiran Tuhan. Apa yang menurut kia jelek belum tentu jelek untuk Tuhan dan sebaliknya. Seperti yang dikatakan nabi Yesaya,dalam Yesaya 55:8" Rancanganku bukanlah rancangan mu,dan jalanmu bukanlah jalanku". Jadi mungkin apa bila dalam hidup ini kita menginginkan sebuah jawaban dari Tuhan mengenai masalah hidup kita sehari-hari,jangan lah protes pada Tuhan jika jawabannya mungkin tidak logis menurut akal kita,namun itulah yang terbaik.
  Semoga,apa yang saya tulis tadi bisa menjadi pencerahan,dalam kehidupan sehari-hari,dan sampai jumpa di postingan berikutnya. Tuhan memberkati!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar