Sabtu, 07 Maret 2015
Kebodohan dan malu
Dominus vobiscum!
Mungkin dua hal diatas adalah sebuah hal yang wajar dalam hidup kita. Sebagai manusia kita mestinya mempunyai ketidaktahuan akan suatu hal,dan malu karena sesuatu,atau bahkan karena ketidak tahuan tersebut. Dalam masa yang penuh rahmat inilah kita diajak untuk menyadari dua sifat kemanusiaan itu dan memperbaikinya.Sekarang kita lihat kedalam kitab suci. Dalam kitab suci,ketidaktahuan terbesar dimiliki oleh para ahli ahli Taurat. Dan rasa malu terbesar dimiliki oleh Pontius Pilatus. Mengapa? Yang pertama,para ahli Taurat adalah orang-orang yang sangat menguasai,bahkan hafal isi kitab Taurat. Dalam kitab Taurat,khususnya kitab nabi Yesaya,sudah dengan jelas dijelaskan bahwa akan datang seorang penyelamat bagi kamu,dan dia akan mati dengan cara yang kamu anggap paling hina. Pada masa kedatangan Yesus,bangsa mereka sedang dijajah oleh kekaisaran romawi. Pada masa itu romawi berkuasa dengan sangat kejam,dan memungut pajak tinggi bagi rakyat jajahannya. Karena itu,bangsa Yerussalem membutuhkan seorang penyelamat. Hdirlah Yesus kedunia ini. Yesus menyatakan dirinya adalah seorang mesias. Mesias adlah seorang keturunan Daud. Mereka menganggap Yesus adalah mesias yang hanya akan membebaskan mereka dari kekuasaan bangsa romawi yang kejam. Namun lebih dari itu. Yesus ingin.menyelamatkan mereka dari kejahatan dunia ini. Sampai pada saat Yesus tergantung dikayu salib. Orang mengata-ngatai dia. Ahli taurat pun juga mengata- ngatai Dia. Mereka mengatai Yesus sebagai mesias palsu. Mereka berkata bahwa Ia ingin menyelamatkan mereka,tapi dirinya sendiri tidak bisa Ia selamatkan. Padahal sudah jelas tadi dikatakan dlam kitab nabi Yesaya. Inilah contoh kebodohan atau ketidaktahuan itu. Entah ini memang " akal-akalan" ahli Taurat yang pura pura tidak tahu atau memang benar tidak tahu mengenai nubuat nabi Yesaya tadi. Yang kedua,Pilatus sebenarnya tahu,kalau Yesus memang tidak berslah,tapi karena rasa malunya ,ia mau untuk menghukum Yesus. Karena desakan dari ahli-ahli taurat,dan orang-orang farisi,maka Pilatus pun menjatuhi Yesus dihukum mati dengan cara disalib. Ia malu jika harus meninggalkan jabatannya. Karena jikalu ia tidak mengikuti perkataan orang orang itu tadi,maka bukan tidak mungkin ia akan kehilangan jabatannya.
Saudara,saudari yang dikasihi,dan mengasihi Tuhan,semoga ahli-ahli taurat dan Sikap pilatus tadi bisa menjadi pelajaran bagi kita,agar kita bisa menjadi pelayan Tuhan yang baik,dan tidak jatuh kedalam kebodohan dunia dan takut akan rasa malu,kare setiap orang yang ingin mengikut Dia,dia harus menyangkal dirinya,memanggul salibnya,dan mengikut Dia.
Salam damai Tuhan!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar